Laporan Empat Daerah Terkena DB, Dinkes Berikan Fogging
Peristiwa

Laporan Empat Daerah Terkena DB, Dinkes Berikan Fogging

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang memberikan fogging (insect control) di sejumlah wilayah usai menerima laporan masyarakat yang terkena Demam Berdarah (DB).

Dari data yang telah dihimpun, adapun wilayah yang telah memberikan laporan kepada pihak Dinkes Kabupaten Magelang, yang warganya terkena DB antara lain, Dusun Gaten, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan; Dusun Jelapan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan; Dusun Manggoran, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan; dan Dusun Seneng, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan melalui, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Sunaryo, membenarkan akan adanya laporan yang masuk terkait warga yang terkena demam berdarah.

Memang benar sudah ada laporan adanya warga yang terkena demam berdarah atau DB di empat tempat. Namun demikian, kami langsung bergerak cepat untuk memerintahkan petugas termasuk puskesmas terkait untuk memberikan fogging di wilayah tersebut, terang Sunaryo, saat diwawancarai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Jumat (11/01/2019).

Menurutnya, curah hujan yang sering terjadi akhir-akhir ini juga sangat mempengaruhi perkembangan jentik-jentik nyamuk untuk berkembang dengan cepat. 

Jelas faktor cuaca juga sangat mempengaruhi sekali, ujar Sunaryo.

Sunaryo mengatakan bahwa, untuk di wilayah Kabupaten Magelang sendiri, masih ada tempat-tempat atau daerah yang masih dianggap endemik.

Masih ada beberapa kecamatan yang masih bisa dikatakan endemis, seperti Salam, Muntilan, Mertoyudan, dan Secang. Namun juga tidak menutup kemungkinan ada warga dari daerah lainnya yang bisa terkena DB. Kata Sunaryo.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan bagi perkembangan nyamuk Aedes Aegypti ini. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat dan membina Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bagi setiap kepala keluarga.

"Setiap tahunnya kita selalu rutin untuk memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat. Contohnya seperti program 3M (menguras, menutup, dan mengubur kaleng-kaleng bekas), kemudian program Jumantik, dimana setiap kepala keluarga harus bertanggung jawab untuk paling tidak menjaga kebersihan di rumahnya masing-masing agar bebas dari jentik-jentik nyamuk," jelas Sunaryo.

Menurut Sunaryo, korban terkena DB di wilayah Kabupaten Magelang sendiri telah mengalami penurunan yang sangat signifikan sejak dua tahun belakangan terakhir. Pasalnya, di tahun 2016-2017 pemberian Fogging bisa mencapai lebih dari 50 kali. Namun pada tahun 2018 sudah menurun dan hanya mencapai 28 kali saja.

Untuk tahun 2018 kemarin, hanya ada satu korban meninggal dunia karena DB yakni di wilayah Muntilan. Dan tahun ini kami akan bekerja keras agar tidak ada lagi korban jiwa di wilayah Kabupaten Magelang tentunya, pungkas Sunaryo.