Menyoal Pelajar Tewas, Dinas Pendidikan Ingin Siswa Magelang Hindari Tawuran
Peristiwa

Menyoal Pelajar Tewas, Dinas Pendidikan Ingin Siswa Magelang Hindari Tawuran

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Peristiwa tawuran yang terjadi di Blabak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Kamis (31/1/2019), membuat Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana, prihatil. Apalagi akibat tawuran tersebut seorang pelajar dilaporkan tewas.

Sekali lagi kami sangat merasa prihatin terkait peristiwa tersebut. Dan kami tidak henti-hentinya untuk mengimbau siswa dari SD dan SMP utamanya, agar menghindari tawuran itu, ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/2/2019).

Pihaknya mengaku, telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat merusak generasi muda bangsa, salah satunya tawuran sesama pelajar. 

"Tidak bermaksud untuk menghindar, namun untuk diketahui bahwa SMK ataupun SMA memang merupakan ranahnya di provinsi. Namun hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama, dan tidak boleh kita melemparkan hal tersebut tanggung jawab provinsi saja, namun hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama," tutur Endra.

Pihaknya pun telah melaporkan hal tersebut kepada Bupati Magelang terkait peristiwa tawuran yang telah menewaskan salah satu siswa dari SMK Ma'arif Salam itu.

"Kami juga telah menyampaikan hal itu kepada Bapak Bupati, dan kami juga menyarankan untuk dilaksanakan rakor yang melibatkan Forkopimda. Artinya nanti juga dihadiri oleh Bupati, Pak Dandim, Pak Kapolres, dan Kajari untuk mengambil langkah-langkah tertentu, bagaimana anak-anak itu kedepannya tidak lagi tawuran," jelas Endra.

Militer, lanjut Endra, menyarankan anak-anak butuh program bela negara. Namun demikian pihaknya masih melakukan kajian-kajian ataupun langkah-langkah yang nanti akan dibicarakan bersama.

Menurut Endra, pendidikan karakter juga merupakan hal yang sangat penting untuk menangkal terjadinya aksi-aksi tawuran antar pelajar. Dan sejauh ini pun pendidikan karakter juga telah diberikan oleh masing-masing sekolah.

"Sejauh ini pendidikan katakter sudah diberikan di masing-masing sekolah meski tidak spesifik. Kalau di sekolah-sekolah agama memang ada, misalnya mata pelajaran akhlak dan budi pekerti. Namun di sekolah-sekolah umum juga ada, tetapi tidak begitu spesifik," pungkas Endra.