Ruwat Rawat Borobudur ke - 16 Berlangsung Dua Bulan Lebih
Budaya

Ruwat Rawat Borobudur ke - 16 Berlangsung Dua Bulan Lebih

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Kegiatan tahunan Ruwat Rawat Borobudur kembali akan diselenggarakan oleh komunitas pecinta seni dan budaya asal Borobudur. Seperti biasanya, kegiatan tersebut akan diisi dengan kolaborasi budaya lintas daerah, lintas kelompok, maupun lintas agama di sekitar kawasan Candi Borobudur.

Dengan mengangkat tema Ngomah Budi Kan Pengangen-angen Mutih Lestari Kan Majuning Budaya (Berpikir untuk Kelestarian dan Kemajuan Kebudayaan), seluruh rangkaian kegiatan Ruwat Rawat Borobudur ke 16 akan diselenggarakan mulai tanggal 9 Februari-27 April 2019, di 15 tempat yang tersebar di Kabupaten Magelang. Salah satu budayawan, sekaligus penggagas Ruwat Rawat Borobudur, Sucoro, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut telah berjalan selama 16 tahun secara mandiri.

"Tentunya kegiatan ini untuk melestarikan kebudayaan lokal asli Kabupaten Magelang, serta meningkatkan pengunjung wisata di Borobudur dan sekitar," ujar Sucoro pada konferensi pers di Ruang Banggar DPRD Kabupaten Magelang, Rabu (6/2/2019).

Adapun berbagai acara yang akan dilaksanakan pada Ruwat Rawat Borobudur tahun ini antara lain, sedekah kedhung Winong, sedekah Punthuk Setumbu, jamasan Topeng Lengger, sedekah makam Sunan Geseng, Jamasan Pitutur, dan berbagai acara tradisi menarik lainnya. 

Terkait lamanya kegiatan hingga memakan waktu selama tiga bulan, Sucoro menuturkan bahwa Ruwat Rawat Borobudur sendiri merupakan wadah komunikasi dan interaksi budaya yang memang diselenggarakan dalam waktu yang cukup lama, karena banyaknya rangkaian yang harus dilaksanakan.

"Hal ini tentunya kita juga menyesuaikan dengan waktu ataupun rangkaian yang sudah masuk dalam Rawat Ruwat Borobudur, dan agendanya memang sangat banyak," jelas Sucoro.

Menurutnya, event selama ini ternyata telah menjadi salah satu ikon penting bagi masyarakat di kawasan Borobudur dan sekitarnya, yang mempunyai multiplayer efect mampu menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun luar negeri.

"Salah satu pertunjukan unggulannya adalah pagelaran sendra tari Kidoeng Karma Wibangga," kata Sucoro.

Sendra tari Kidung Karma Wibangga sendiri menceritakan mengenai relief yang ada pada dinding Candi Borobudur, yakni tentang hukum sebab akibat. Nantinya, cerita tersebut akan diartikulasikan melalui tarian.

"Kami memiliki harapan kegiatan Ruwat Rawat Borobudur ini kedepannya bisa diselengarakan secara berturut-turut tiap tahunnya. Disamping itu juga dapat berdampak positif bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Magelang," ungkapnya.

Sedangkan Plt Kabid Pemasaran Disparpora Kabupaten Magelang, Zumrotun Rini mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Tentunya kami juga berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dengan konsep-konsep yang lebih menarik setiap tahunnya, agar minat wisatawan yang hadir pun juga semakin meningkat khususnya di Kabupaten Magelang," ucap Zumrotun.