Ancam Sebarkan Video Bugil, Pemuda Asal Mungkid Peras Pacar Sendiri
Hukum & Kriminal

Ancam Sebarkan Video Bugil, Pemuda Asal Mungkid Peras Pacar Sendiri

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Sat Reskrim Polres Magelang mengamankan seorang pemuda berinisial MAP (21), warga Dusun Treko, Desa Treko, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, karena terlibat kasus pemerasan kepada pacarnya sendiri AS (17), warga Magelang. Pelaku diamakan karena mengancam akan menyebarkan video bugil korban kepada rekan-rekannya, apabila tidak mentransferkan sejumlah uang yang diminta oleh pelaku.

Kronologi kejadian bermula pada Jumat (25/1/2019) sekitar pukul 19.00 WIB, korban telah mengirimkan video bugil dirinya kepada pelaku. Selang beberapa hari kemudian, pelaku menyebarkan video bugil korban ke beberapa orang teman korban. Pelaku juga mengancam korban apabila tidak mau mentransfer sejumlah uang, maka pelaku akan menyebarkan video bugil tersebut ke orang lain lagi.

Karena merasa takut, korban akhirnya mentransfer sejumlah uang kepada pelaku melalui rekening Bank BRI. Atas kejadian tersebut, karena korban merasa terancam, akhirnya korban melapor pada pihak Polsek Tegalrejo.

"Berdasarkan laporan dari korban inilah maka Tim Resmob langsung melakukan proses penyelidikan. Dan pada hari Rabu (6/2/2019) sekitar pukul 23.00 WIB, akhirnya pelaku berhasil ditangkap di wilayah Mungkid, dan langsung diamankan di Polres Magelang," terang Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, dalam rilisnya, Kamis (7/2/2019).

Berdasarkan proses interogasi kepada pelaku, lanjut Yudianto, pelaku mengaku sudah melakukan hal yang sama kepada 3 orang wanita yang berbeda. 

Dari hasil penangkapan tersebut, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 1 buah buku tabungan BRI milik pelaku, 1 buah ATM BRI, dan 1 buah handphone, kata Yudianto.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 45 ayat (4) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp 750.000.000.