Pemprov Jawa Tengah Targetkan Cetak 400 Desa Wisata
Wisata

Pemprov Jawa Tengah Targetkan Cetak 400 Desa Wisata

Mertoyudan,(magelang.sorot.co)--Bertujuan untuk menggali legenda mengenai Borobudur sebagai atraksi destinasi bertaraf internasional, Kementerian Pariwisata akan bekerja sama dengan UGM untuk menggelar 'Seminar Legenda Borobudur' pada Jumat (15/2/2019) mendatang. Salah satu tahapannya yakni dengan menggelar pra seminar di Grand Artos Hotel, Senin (11/01/2019).

Seharusnya Candi Borobudur dikelola dengan lebih baik. Baik sebagai situs peninggalan sejarah, destinasi wisata, dan juga merupakan aktivitas perekonomian masyarakat sekitar. Oleh karena itu diperlukan adanya story telling tentang Borobudur, kebijakan lintas sektoral pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan Borobudur serta penyusunan rencana aksi lintas sektoral, ujar Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Dadang Rizki Ratman, saat membuka pra 'Seminar Legenda Borobudur' pada Senin (11/2/2019).

Dalam pra seminar tersebut, juga turut hadir sejumlah narasumber, diantaranya Prof Komarudin Hidayat, Dr Daud Aris Tanudirjo, GM TWC, I Gusti Ngurah Sedane, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, seniman, budayawan, dan sejumlah pegiat pariwisata. 

Forum ini merupakan diskusi awal yang dilakukan untuk menggali nilai-nilai sejarah, menjaring aspirasi dan identifikasi isu-isu strategis dalam pengelolaan kawasan Candi Borobudur, terang Dadang.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi, menuturkan bahwa pariwisata akan maju jika negara hadir bersama-sama dan bersinergi dengan komunitas-komunitasnya. Utamanya dalam menggandeng generasi atau kaum milenial.

Karena kaum milenial inilah yang akan cepat mempromosikan pariwisata dengan menggunakan teknologi digital di era sekarang ini. Di sisi lain, kita juga akan genjot keberadaan desa-desa wisata melalui one village one product, jelas Dadang.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga akan terus meningkatkan fungsi kesadaran pariwisata terhadap fungsi ekosistem, sosial budaya, dan pelestarian lingkungan.

Fungsi-fungsi inilah yang harus bersama-sama dilakukan. Disamping itu, kami juga akan genjot keberadaan desa-desa wisata. Target kami akan membuat 400 desa wisata. Saat ini, dari 7.800 desa di Jawa Tengah, baru ada 230 desa wisata, pungkas Dadang.