Hadir Dalam Kampanye, Panwaskab Panggil Kepala Disdagkop dan Camat Secang
Politik

Hadir Dalam Kampanye, Panwaskab Panggil Kepala Disdagkop dan Camat Secang

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Diduga ikut terlibat dalam kampanye pasangan calon nomor 1 (Padi), Panwaskab Magelang memberikan teguran kepada Kepala Disdagkop dan UKM Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis dan Camat Secang, Iwan Agus Susilo.

Kordiv Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwaskab Magelang, Fauzan Rofiqun, dalam keterangannya mengatakan, kehadiran Asfuri dan Iwan Agus mengindikasi terhadap ketidaknetralan selaku Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun demikian, pengakuan keduanya berbeda dengan keterangan saksi Panwascam Secang yang sedang melakukan pengawasan melekat sejak kedatangan paslon pada kunjungan ke pasar, hingga tatap muka dan dialog dengan pedagang.

"Berdasarkan alat bukti berupa foto dan video yang diambil oleh Panwascam Secang, saudara Asfuri ikut serta menyapa pedagang bersama calon Bupati Magelang nomor urut 1. Saudara Iwan Agus juga hadir di Pasar Secang pada Rabu 9 Mei 2018 pada pukul 11.30 WIB" terang Fauzan dalam rilisnya, Sabtu (2/6/2018).

Menurut Fauzan, Kepala Disdagkop dan UKM Kabupaten Magelang dan Camat Secang tersebut, telah melanggar ketentuan Pasal 4 (d), Pasal 5 ayat 2 (d), (e), (h), (k) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. 

"Pada Pasal 4 (d) menyatakan bahwa ASN harus menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak. Sedangkan Pasal 5 ayat 2 (d) menyatakan bahwa ASN harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan" terang Fauzan.

Berdasarkan bukti-bukti hasil klarifikasi, maka Panwas Pemilihan Kabupaten Magelang menyimpulkan bahwa, kedua oknum tersebut telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sedangkan, Kordiv Organisasi dan SDM Panwaskab Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menambahkan berdasarkan kesimpulan tersebut, Panwas Kabupaten Magelang memberikan rekomendasi kepada Bupati Magelang, agar memberikan sanksi dan pembinaan kepada terlapor agar tidak melakukan tindakan yang sama di masa mendatang.

"Kami berharap kasus ini bisa memberikan efek jera, agar tidak ada lagi ASN yang melakukan pelanggaran" tutur Aini.