Gelapkan Uang Nasabah Miliaran, Seorang Perempuan Ditangkap Polisi
Hukum & Kriminal

Gelapkan Uang Nasabah Miliaran, Seorang Perempuan Ditangkap Polisi

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Satreskrim Polres Magelang kembali berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial AP (37), warga Dusun Talun, Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Magelang karena menghimpun dana masyarakat hingga mencapai miliaran rupiah.

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, dalam keterangannya mengatakan bahwa pelaku AP sebagai ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahyu Arta Kusuma yang beralamat di Ruko Blabak Square No 32, Kecamatan Mungkid. Ditangkapnya AP tersebut, karena adanya laporan dari korban, Pudjianto (54), warga Pucungrejo, Muntilan pada bulan Agustus 2018 lalu. Menurut laporan, pelaku melakukan penghimpunan uang dari nasabahnya.

Jadi pelaku ini melakukan penghimpunan uang dari nasabahnya. Namun tanpa seizin nasabahnya, pelaku malah menggelapkan uang nasabah yang nominalnya cukup besar, hampir Rp 2 miliar. Ini dari satu nasabahnya saja. Berdasarkan laporan susulan, juga ada lagi kerugian yang ditimbulkan pelaku mencapai Rp 4 miliar, jelas Yudianto Adhi Nugroho, dalam rilisnya, Jumat (16/2/2019).

Yudianto mengatakan bahwa, modus operandi pelaku adalah menawarkan kepada nasabahnya untuk menyimpan uang dengan imbalan bunga yang melebihi dari bunga bank pada umumnya. Namun demikian, bukannya diberikan bunga, pelaku malah menggelapkan uang milik korbannya. 

Dari hasil interogasi, tersangka menggunakan uang milik nasabah untuk kebutuhan pribadinya sendiri, jelas Yudianto.

Saat ini, tersangka beserta beberapa barang bukti kejahatannya sudah diamankan di Polres Magelang guna penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 372 Juncto 378 KUHP. Selain itu, dijerat dengan Pasal 46 UURI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UURI nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan Juncto Pasal 16 UURI nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UURI nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

Tersangka akan terancam dengan hukuman penjara 5 tahun, paling lama 15 tahun, dengan denda pidana dari Rp 10 miliar sampai Rp 200 miliar, pungkas Yudianto.