Naskah Salat Jumat Akan Disisipkan Materi Pemilu
Politik

Naskah Salat Jumat Akan Disisipkan Materi Pemilu

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Guna menanggulangi penyebaran berita-berita yang belum tentu kebenarannya (hoax), khususnya di lingkungan masjid di Magelang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang akan segera meluncurkan naskah khotbah Jumat.

Belajar dari pengalaman penyebaran tabloid Indonesia Barokah hoax itu kan disebarkan di masjid dan pesantren. Tentunya jelas, hal tersebut mereka memang mengejar segmen itu. Artinya masjid dan pesantren juga merupakan salah satu sasaran kampanye hitam, ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habieb Shaleh, Senin (18/2/2019).

Dari pengalaman ini, lanjut Habieb, pihaknya mencoba untuk melawan penyebaran berita hoax serta kampanye hitam di lingkungan masjid dan pesantren dengan naskah khotbah Jumat. Agar hal tersebut juga berkompeten, naskah dan materinya juga akan diambilkan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Kementerian Agama, dan Muhammadiyah. 

Tokoh-tokoh inilah yang kemudian kita minta untuk memberikan sumbangan naskahnya, kata Habieb.

Habieb mengatakan bahwa, isi dari materi naskah Khotbah Jumat ini akan disisipkan mengenai ulasan seputar Pemilu yang bersih dan berintegritas.

Tentunya untuk memberikan ajakan untuk menolak hoax, money politik, dan SARA. Hal ini juga bertujuan untuk memperkaya wawasan teman-teman para khotib terkait dengan pemilu, jelas Habieb.

Pihaknya juga menuturkan bahwa, tidak menutup kemungkinan bagi para blogger untuk menulis naskah khotbah jumat tersebut. Kendati demikian, sebelum dibagikan ke masjid-masjid, akan ada proses penyaringan oleh pihak Bawaslu terkait konten naskah tersebut.

Langkah ini mungkin baru pertama kali dilakukan bawaslu. Namun demikian, tidak semua masjid akan dibagikan naskah khotbah jumat ini. Mungkin hanya 600 masjid saja yang kami nilai berpotensi akan menjadi sasaran kampanye hitam dan penyebaran berita hoax, mengingat jumlah masjid di Kabupaten Magelang mencapai 2600 Masjid, pungkas Habieb.