Bawaslu Gandeng Komunitas Medsos dan Netizen Magelang
Politik

Bawaslu Gandeng Komunitas Medsos dan Netizen Magelang

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat pengguna sosial media atau akrab disebut netizen, Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar Sosialisasi dengan mengangkat tema 'Netizen Awasi Pemilu' di Atria Hotel, Magelang Senin (18/2/2019). Lewat sosialisasi program-program Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi para komunitas medsos dalam mengawasi Pemilu 2019.

Sosialisasi Bawaslu Kabupaten Magelang mengundang 50 peserta yang terdiri dari beberapa netizen dan komunitas sosial media, antara lain komunitas Internet Marketers Nahdatul Ulama (IMNU), Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), komunitas Youtuber Magelang, Generasi Pesona Indonesia (Genpi), komunitas Bloger Magelang, dan juga para Netizen Kabupaten Magelang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habieb Shaleh, menuturkan bahwa perilaku para politik terutama menjelang Pemilu 2019, sangat berbeda dengan pada saat Pilkada 2018 yang lalu, atau bahkan pada masa Pemilu 2014. Sebab, masa kampanye ini mereka tidak bisa beriklan di media cetak dan lain sebagainya.

Menurutnya, adanya pembatasan ini, akhirnya berdampak kepada kegiatan para calon legislatif (Caleg) yang lebih memilih bergerak melalui media maya atau media sosial. 

Ya tidak heran kalau di akun media sosial kita saat ini sangat penuh dengan aktivitas politik. Tentunya ada aturan-aturan yang harus mereka patuhi, yakni tidak boleh mengandung SARA, Money Politik, dan Hoax (penyebaran berita-berita yang belum tentu kebenarannya), ujar Habieb.

Namun demikian, lanjut Habieb, ternyata dengan perubahan perilaku ini akhirnya malah berdampak pada maraknya penyebaran berita-berita hoax yang beredar di berbagai akun media sosial. 

Terkait hal tersebut, tentunya Bawaslu Kabupaten Magelang bersama masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk tetap menjaga kondusifitas masyarakat, terutama menjelang masa kampanye Pemilu 2019.

Maka pada kesempatan kali ini kita menggandeng para komunitas media sosial untuk bersama-sama mengamati dan menolak berita-berita yang mengandung SARA, Money Politik, dan Hoax, tutur Habib.

Sedangkan Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, pada kesempatan yang sama juga mengajak masyarakat dan seluruh komunitas media sosial, serta netizen untuk melakukan siskampling di media sosial.

Sebenarnya berita-berita hoax ini bisa kita atasi bersama-sama, salah satunya dengan siskampling di media sosial. Setidaknya, apabila kita melihat di media sosial ada berita yang mengandung SARA atau hoax terutama di medsos Facebook, maka kita bisa melaporkannya. Harapannya nanti akun tersebut bisa diberikan peringatan dari pihak facebook, atau bahkan bisa di blok, kata ketua Mafindo yang akrab di panggil dengan sebutan Bang Jack itu.

Menurutnya, berita-berita yang mengandung hoax, ujaran kebencian, ataupun SARA, sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa. Bahkan tidak pada saat pemilu saja. Hal tersebut juga bisa berpengaruh besar sekalipun setelah usai masa pemilu.

Sudah banyak contohnya. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa bangsa ini memiliki tiga ketahanan, yakni Darat, Laut, dan Udara. Namun perlu diketahui bahwa ada satu pertahanan lagi yang harus ditambahkan, yakni pertahanan terkait media di dunia maya. Dan ini sudah diterapkan di negara-negara besar lainnya, pungkas Aji.