Beberapa Orang Kena Bacok, Belasan Siswa Diamankan Usai Tawuran
Peristiwa

Beberapa Orang Kena Bacok, Belasan Siswa Diamankan Usai Tawuran

Borobudur,(magelang.sorot.co)--Lagi-lagi kasus tawuran antar pelajar kembali pecah di wilayah Kecamatan Tempuran sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (21/2/2019). Sekitar 28 pelajar dari tiga SMK di Kabupaten Magelang telah terlibat dalam aksi tersebut.

Dari data yang berhasil dihimpun, puluhan oknum pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran antar pelajar tersebut berasal dari SMK Muhammadiyah 1 Salaman, SMK Satria Kota Magelang, dan SMK 45 Kota Magelang.

Wakapolsek Borobudur, Iptu Winadi dalam keterangannya mengatakan, informasi itu bermula dari laporan Puskesmas Borobudur yang sempat merasa takut dan panik karena ada puluhan pelajar yang menghantarkan ketiga rekannya yang mengalami luka bacok pada bagian punggung.

"Atas laporan itu kami langsung meluncur ke Puskesmas Borobudur dan mengamankan para pelajar, serta memberikan pembinaan di belakang Polsek Borobudur," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolsek Borobudur, AKP Didi Dewantara bahwa sore tadi pihaknya setidaknya telah mengamankan sebanyak 16 oknum pelajar yang terlibat tawuran antar pelajar di wilayah Tempuran. 

"Tadi kami berikan pembinaan dan langsung kami serahkan ke Polres Magelang. Sedangkan tiga siswa yang terluka masih dirawat di Puskesmas Borobudur," terang AKP Didi Dewantara.

Adapun pelajar yang dirawat di Puskesmas Borobudur antara lain, atas nama Adrian, warga Kampung Karet, Kelurahan Karet, Magelang Selatan, Kota Magelang (SMK Satria Kota Magelang), Riyan, warga Dusun Butuh, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur (SMK Muhammadiyah 1 Salam) mengalami luka sajam pada bagian bahu. Sedangkan Zakaria, warga Desa Blondo, Kecamatan Mungkid (SMK 45 Kota Magelang) luka pada bagian pinggang.

"Ketiga siswa ini telah dievakuasi ke RSUD Muntilan guna dilakukan perawatan yang lebih intensif," tambah Didi.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus peristiwa tawuran tersebut dan mengejar pelajar lain yang diduga terlibat dalam aksi itu.