Pasar Baru Muntilan Belum Ditempati, Begini Penjelasan Kepala Dinas
Ekonomi

Pasar Baru Muntilan Belum Ditempati, Begini Penjelasan Kepala Dinas

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag) Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, mengatakan bahwa, persiapan mengenai penataan pedagang di Pasar Muntilan memang sudah dilakukan sejak lama. Kendati demikian, dalam pelaksanaannya pun masih harus menunggu beberapa hal.

"Kalau persiapan penataan pedagang di Pasar Muntilan memang sudah dilakukan sejak lama. Kurang lebih sejak akhir April 2019 sudah kita siapkan, tetapi masih menunggu beberapa hal antara lain, masa pemeliharan gedung yang selesai pada akhir bulan Juli ini, dari pelaksana," terang Asfuri.

Kemudian, lanjutnya, juga masih menunggu rapat akhir antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, Inspektorat, kemudian Disperindag sebagai pengguna. 

"Sehingga dari DPUPR sudah diserahkan kepada DPPKAD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah) atau ke Pak Bupati, maka nanti Pak Bupati akan memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa kondisi bangunan tersebut sudah sesuai dengan kontraknya atau belum. Nah, hal ini baru dilakukan pada Senin (15/7/2019) kemarin. Dan hasilnya tidak ada masalah," jelasnya.

Asfuri mengatakan bahwa pada Rabu (17/07/2019), Bupati Magelang telah memanggil Disperindag dan SKPD terkait untuk mempersiapkan laporan mengenai persiapan penataan pedagang di Pasar Muntilan.

"Sebenarnya Pak Bupati memerintahkan saya sudah agak lama, karena beliau juga menghendaki agar pasar segera difungsikan," ungkap Asfuri.

Sedangkan mengenai harga kios, los, maupun lesehan di Pasar Muntilan, Asfuri mengatakan, masih harus menunggu SK Bupati. Bupati akan melakukan telaah untuk menentukan besaran harga sewa kios, los, maupun lesehan di Pasar Muntilan.

"Sebenarnya mengenai besaran harga kios, los, dan lesehan di Pasar Muntilan kajiannya sudah mencapai 90 persen, hanya tinggal menunggu persetujuan Pak Bupati," katanya.

Ditambahkan, sejauh ini pihaknya justru telah mengikuti kemauan para pedagang. Sebelumnya rencana penataan pedagang di Pasar Muntilan sudah akan dimulai sebelum puasa lebaran kemarin.

Kendati demikian, para pedagang malah menolak dengan alasan kondisi di pasar penampungan sementara masih repot karena ramainya pembeli di bulan Ramadhan. Kemudian setelah masa Lebaran usai, pedagang kembali meminta untuk penataan setelah masa liburan anak sekolah.

"Sebelumnya saya sudah mengumpulkan para pedagang, kemudian saya tawarkan kembali penataan, tetapi mereka meminta setelah masa libur anak sekolah. Kami juga mengerti bahwa pedagang tidak ingin dagangannya terganggu pada masa lebaran kemarin hingga masa libur anak sekolah," pungkas Asfuri.