Gagal Bentuk Panitia Pemilihan, Satu Desa Batal Gelar Pilkades
Politik

Gagal Bentuk Panitia Pemilihan, Satu Desa Batal Gelar Pilkades

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang melakukan pemantauan pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019 di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur dan Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran. Pilkades serentak tahun ini diikuti oleh 294 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Magelang.

Dalam pilkades serentak kali ini terdapat 1 Desa yang gagal menyelenggarakan pemungutan suara, yakni Desa Blondo, Kecamatan Mungkid. Pihak BPD desa telah memberhentikan proses Pilkades di Desa Blondo.

Kepala Dispermades Kabupaten Magelang, Sujadi, menambahkan, Desa Blondo gagal melaksanakan Pilkades karena BPD gagal membentuk kepanitiaan yang baru. Khususnya jabatan ketua panitia yang diberhentikan BPD dan sekretaris panitia yang telah mengundurkan diri, tetapi tidak bisa mendapatkan penggantinya.

"Pada dasarnya Pilkades serentak itu ada 3 gelombang. Gelombang 1 di 2016, gelombang 2 di tahun 2018, dan gelombang ke 3 di tahun 2019. Jadi sudah habis. Maka terkait Desa Blondo ini, kita akan konsultasikan ke Kemendagri terlebih dahulu," ujarnya.

Terkait hal itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin menyebut, pihaknya akan mengkonsultasikan kepada pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

"Karena Pemerintah Daerah diberikan slot untuk melaksanakan pilihan ini sebanyak 3 kali. Dan ini merupakan slot terakhir, sehingga ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu," ujar, Zaenal di sela-sela memantau pelaksanaan Pilkades Serentak, Minggu (24/11/2019).

Menurutnya, jalannya Pilkades serentak di Kabupaten Magelang kali ini telah berlangsung dengan sangat baik. Pada kesempatan yang sama, Zaenal menyebutkan terdapat 34 desa yang calon Kadesnya adalah pasangan suami istri, salah satunya terdapat di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur.

"Desa Karangrejo ini juga salah satu desa wisata. Tidak hanya lokal tetapi juga manca negara. Desa ini kemarin juga mendapat penghargaan Desa Wisata Nusantara, maka perlu kita pantau hari ini," katanya.

Diketahui, jumlah DPT di Desa Karangrejo sendiri sebanyak 2.116, dengan calon Kepala Desa, Heli Solichin dan Azizah. Sedangkan di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, jumlah DPT-nya 4.500, dengan calon Kepala Desa, Ahmad Tatang Suhata dan Muhzein Fahnani.

Sementara, Kapolres Magelang, AKBP Pungky Bhuana Santoso, menyebutkan terdapat 1.200 personel gabungan yang diterjunkan dalam pengamanan Pilkades serentak di Kabupaten Magelang.

"Ada tambahan, untuk Polisi sendiri ada 1.156 personel. Untuk ditiap TPS sudah disiagakan 2 personel Polri dan 1 personel TNI, sementara TPS disinyalir rawan kita tempatkan 4 personel Polri dan diperkuat dengan adanya Linmas," terang Pungky.

Pungky berpesan kepada masyarakat untuk suportif menerima apapun hasil pemungutan suara dalam Pilkades ini.

"Bagi yang menang juga untuk tidak terlalu uforia dan menghargai yang kalah. Sedangkan yang kalah juga harus bisa menerima dengan lapang dada. Karena pada intinya kita ingin bersama-sama untuk memajukan desa," pungkas, Pungky.