Kasus Judi dan Senjata Api Saat Pilkades, Polisi Bekuk Dua Orang Pria
Hukum & Kriminal

Kasus Judi dan Senjata Api Saat Pilkades, Polisi Bekuk Dua Orang Pria

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Tim Resmob Polres Magelang menangkap dua orang tersangka sekaligus atas dua kasus berbeda saat pelaksanaan Pilkades serentak pada Minggu (24/11/2019) sekira pukul 12.00 WIB.

Kapolres Magelang, AKBP Pungky Bhuana Santoso, dalam keterangannya mengatakan bahwa, Tim Resmob Polres Magelang telah berhasil mengamankan dua tersangka, dengan kasus perjudian Pilkades dan kasus senjata api rakitan pada saat pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019 tingkat Kabupaten Magelang.

Untuk kasus pertama adalah kasus judi, dengan tersangka berinisial SK (60) warga Dusun/Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Menurut informasi, yang bersangkutan adalah pengepul uang perjudian/botoh sebesar Rp 19 juta. Uang tersebut merupakan uang taruhan yang berasal dari AR (TO) sebesar Rp 10 juta dan juga uang dari KS (TO) sebesar Rp 10 juta.

Jadi tersangka ini bertugas sebagai pengepul uang judi kades antara AR dan KS. Totalnya Rp 20 juta, AR 10 juta dan KS 10 juta. Sementara tersangka mendapatkan fee sebesar Rp 1 juta,” terang Pungky dalam rilisnya, Selasa (26/11/2019) di lobi Polres Magelang.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 303 KUHPidana dan diancam dengan hukuman paling lama lima tahun penjara. 

Lanjut, Pungky, sementara untuk kasus yang kedua adalah menguasai senjata api rakitan dan membawanya di TKP pemilihan kades di Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Diketahui bahwa, tersangka MT (44), warga Dusun Ganjuran, Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Magelang, telah nekat membawa senjata api rakitan yang dimasukan ke dalam sebuah tas berwarna hitam di lokasi Pilkades di Desa Plosogede.

Awalnya petugas curiga dan menduga yang bersangkutan ini adalah pemain judi botoh pilkades. Setelah dilakukan penggeledahan pada tas tersangka, petugas menemukan sebuah senjata api rakitan beserta 2 butir amunisinya kaliber 38x9 mm. Atas barang bukti tersebut, tersangka langsung digiring ke Polres Magelang,” ungkap Pungky.

Sementara menurut pengakuan tersangka, senjata api rakitan jenis pistol tersebut bukanlah miliknya, melainkan milik rekannya yang sedang digadaikan dengan nominal Rp 1,5 juta kepada dirinya.

Pistol ini memang sengaja saya bawa waktu Pilkades tersebut dengan tujuan mau saya kembalikan kepada pemiliknya. Saya sudah janjian, sekaligus saya juga mau nyoblos pilkades. Tetapi belum sampai saya kembalikan malah sudah ditangkap Polisi, kata, tersangka MT saat ditanyai awak media.

Saat ini pelaku dan barang buktinya telah diamankan di Polres Magelang. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 NO 12/DRT/1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara, setinggi-tingginya dua puluh tahun.