47 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Terjadi di Magelang
Hukum & Kriminal

47 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Terjadi di Magelang

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah Kabupaten Magelang pada tahun 2019 mengalami penurunan. Sebelumnya di tahun 2018 telah tercatat sebanyak 54 kasus, sementara di tahun 2019 ini turun menjadi 47 kasus.

Diketahui, jenis kasus kekerasan yang mengalami peningkatan terjadi pada kategori kekerasan seksual pada anak, yakni tercatat sebanyak 5 kasus.

Jadi ada peningkatan sebanyak 5 kasus sampai bulan November 2019 ini. Semula 10 kasus pada tahun 2018, menjadi 15 kasus pada tahun 2019 ini. Kita tidak berharap ada peningkatan lagi sampai bulan Desember ini,” jelas Staf Divisi Advokasi Domuntasi dan Publikasi Sahabat Perempuan, Dian Prihartini, Sabtu (30/11/2019).

Lanjut Dian, dari kasus tersebut diketahui korban terkecil berasal dari anak seusia TK dan pelakunya berasal dari orang-orang terdekat. Kekerasan tersebut rata-rata tidak sampai pada tahap penetrasi, melainkan dalam bentuk pencabulan menggunakan tangan. Sementara dampak dari kekerasan terhadap anak sendiri langsung berdampak pada psikis. Anak akan cenderung mengurung diri dan diam. 

Malah kebanyakan pelakunya berasal dari orang terdekat seperti anggota keluarga, seperti paman atau mbah yang masih sedarah, tapi hubungan darahnya sudah jauh. Awalnya anak pasti tidak mau cerita, sebab pelakunya adalah orang terdekat dan selalu mengintimidasi,” terangnya.

Dian menyebutkan, total kekerasan yang terjadi di Kabupaten Magelang pada tahun 2019 ini terdapat 47 kasus, yang terdiri dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 29 kasus, kekerasan seksual anak (KSA) 15 kasus, kekerasan dalam pacaran (KDP) 2 kasus, dan pemerkosaan 1 kasus.

Pada kasus KDRT sendiri biasanya dilakukan oleh pihak suami kepada istri. Sedangkan kekerasan suami yang dilakukan oleh istri sementara ini tidak ada.

Biasanya dalam kasus KDRT dilatarbelakangi oleh penelantaran ekonomi dan psikis, seperti dimaki-maki atau diselingkuhi itu tidak sedikit juga,” pungkas Dian.