Fantastis ! Oknum Pegawai Pemkab Magelang Diduga Korupsi Capai 2 Miliar
Hukum & Kriminal

Fantastis ! Oknum Pegawai Pemkab Magelang Diduga Korupsi Capai 2 Miliar

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang telah menetapkan, GNS (54) seorang ASN di Pemkab Magelang sebagai tersangka kasus korupsi senilai Rp 2 miliar lebih. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan Kejari agar tidak melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti.

"Korupsi ini dilakukan dengan cara memperjualbelikan dan meminjam pakaikan sejumlah aset milik Pemkab Magelang kepada pihak lain. Hasil penjualan dan penjaminan itu tidak dilaporkan ke kas daerah tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi," jelas Kepala Kejari Kabupaten Magelang, Rivo CH. M. Medellu S.H, Kamis (19/03/2020).

Akibat perbuatan tersangka, negara telah mengalami kerugian senilai kurang lebih Rp 2 Miliar lebih. Tindakan memperjualbelikan dan meminjam pakaikan sejumlah aset Pemkab Magelang ini dilakukan tersangka sejak tahun 2017 hingga 2019. 

"Aset yang digunakan tersangka berasal dari tiga lokasi antara lain berasal dari gudang BPBD, SKPD, dan gudang Setkab Magelang. Tersangka ada yang melakukan sendiri ada yang melalui orang suruhannya. Kebetulan tersangka adalah yang bertanggungjawab mengelola aset-aset milik Pemkab Magelang," terang Kajari.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang dikorupsi oleh tersangka total mencapai 130 item.

"Kebanyakan berupa roda dua (80), beberapa roda tiga, roda empat (mobil), truk dan bus. Selain itu juga ada alat-alat perkantoran, bongkaran pasar, bahkan buku-buku perpustakaan. Yang terbaru adalah beberapa mobil Innova keluaran tahun 2014, yang sebelumnya dipakai oleh Pimpinan DPRD," sebutnya.

Diketahui, ada beberapa aset yang berhasil diamankan oleh pihak Kejari antara lain dua mobil Innova, Hartop (Jeep) dan Kijang Super.

"Total aset yang berhasil kami amankan mencapai Rp 400 juta. Sementara yang lainnya masih kami cari. Kami juga sudah kerjasama dengan Samsat Kabupaten Magelang untuk diblokir. Saat ini kami akan memaksimalkan waktu 20 hari untuk merampungkan surat dakwaan. Yang jelas tersangka akan dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 20 tahun," pungkasnya.