Tega  Tiga Lelaki  di Magelang Ini Ajak Bermalam Wanita  Diberi Miras dan Diperkosa
Hukum & Kriminal

Tega Tiga Lelaki di Magelang Ini Ajak Bermalam Wanita Diberi Miras dan Diperkosa

Magelang, (magelang.sorot.co) – Polres Magelang, Jawa Tengah menangkap tiga lelaki warga Magelang, masing  PA, NI dan NR, karena melakukan pemerkosaan kepada wanita ADP (19) warga Lampung. Dari tiga orang itu, NR masing dibawah umur, yakni berusia 15 tahun.  ADP tercatat sebagai santri salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Magelang. 

Peristiwa itu terjadi di rumah NI, Wonoroto, Magelang, dari Minggu-Rabu (2-5/1/2022).  Modus para tersangka mengajak korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan minuman keras (miras) dan mensetubuhi korban sambil memberikan ancaman serta mengikat dengan tali. Kasus ini sekarang ditangani Polres Magelang.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod mengatakan kasus ini terungkap  berawal saat keluarga korban mengetahui ADP  pergi dari Ponpes  bertemu denga PA. Lalu berusaha mencari PA dab meminta tolong perangkat desa tempat tinggal tersangka PA.  Kamis, 6 Januari 2022 warga mengamankan korban serta para  tersangka dan dibawa ke rumah perangkat desa setempat. 

Selanjutnya para tersangka dibawa ke Polres Magelang untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan,” katanya, Jumat (14/1/2022)..

Petugas juga  menyita juga barang bukti diantaranya, pakaian milik para tersangka, pakaian milik korban, satu buah tikar, satu utas tali rapia, botol miras  kosong, 1 buah gelas, 1 buah handphone milik tersangka PA dan 1 buah handphone milik korban. 

Sedangkan dari  hasil pemeriksaan, kasus itu berawal tersangka PA dan korban  janjian bertemu di lampu merah Bandongan, Minggu siang (2/1/2022) pukul 12.00 WIB, kemudian menuju ke rumah Tersangka NI di Wonoroto, Magelang dan bermalam disana.

"Saat di rumah tersangka NI tersebut, korban dicekoki miras oleh para para tersangka hingga mabuk, kemudian korban tidur di dalam kamar," jelasnya.

Senin, (3/1/ 2022) pukul 12.00 WIB, tersangka NI masuk ke dalam kamar yang ditempati korban, kemudian tersangka NI mensetubuhi korban sambil mengancam akan dibunuh jika tidak mau.

Kemudian  pukul 15.00 WIB, tersangka PA juga mensetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul dan  pukul 19.30 WIB, tersangka NR juga mensetubuhi korban sambil mengikat korban dengan tali rafia.

Perbuatan tersebut terus dilakukan oleh para tersangka sampai Rabu 5 Januari 2022, paparnya.

Para tersangka dalam kasus ini dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara